Protes Serikat Kisan Di Kolektorat Di Mathura
Mathura

Protes Serikat Kisan Di Kolektorat Di Mathura

Kantor Berita Samvad, Mathura

Diterbitkan oleh: Mukesh Kumar
Diperbarui Jum, 12 Nov 2021 17:35 IST

Ringkasan

Bharatiya Kisan Union Ambavata pada hari Jumat berdemonstrasi di Kolektorat mengenai kelangkaan pupuk dan masalah lainnya. Selama ini, sejumlah besar pasukan polisi dikerahkan.

Petani duduk di luar gerbang Kolektor
– Foto : Amar Ujala

mendengar berita

Bharatiya Kisan Union Ambavata menggugat Kolektor di Mathura pada hari Jumat untuk tuntutan enam poin. Para pemimpin petani berdemonstrasi menentang kelangkaan pupuk dan masalah lainnya. Ratusan petani berkumpul dalam demonstrasi tersebut. Melihat demonstrasi Serikat Kisan, polisi dikerahkan di Kolektorat.

Di bawah kepemimpinan Rajkumar Tomar, Presiden Distrik Bharatiya Kisan Union Ambavata, ratusan petani berjalan kaki dari alun-alun tangki dan mencapai Kolektorat. Di sini para petani yang memprotes dihentikan di gerbang utama. Selama ini, sempat terjadi adu mulut antara pimpinan petani dengan polisi. Para pemimpin petani bertemu dengan DM dan bersikeras untuk menyerahkan memorandum tersebut.

Pemimpin petani Rajkumar Tomar mengatakan bahwa jika tidak ada solusi dalam tujuh hari, mereka akan melakukan agitasi lagi. Dalam nota yang diberikan kepada bupati, telah ada tuntutan untuk menurunkan harga bensin dan solar, menghentikan pemasaran gelap DAP, menyelesaikan masalah hewan liar dan mendapatkan ganti rugi atas tanaman yang rusak karena hujan.

Ekspansi

Bharatiya Kisan Union Ambavata menggugat Kolektor di Mathura pada hari Jumat untuk tuntutan enam poin. Para pemimpin petani berdemonstrasi menentang kelangkaan pupuk dan masalah lainnya. Ratusan petani berkumpul dalam demonstrasi tersebut. Melihat demonstrasi Serikat Kisan, polisi dikerahkan di Kolektorat.

Di bawah kepemimpinan Rajkumar Tomar, Presiden Distrik Bharatiya Kisan Union Ambavata, ratusan petani berjalan kaki dari alun-alun tangki dan mencapai Kolektor. Di sini para petani yang memprotes dihentikan di gerbang utama. Selama ini, sempat terjadi adu mulut antara pimpinan petani dengan polisi. Para pemimpin petani bertemu dengan DM dan bersikeras untuk menyerahkan memorandum tersebut.

Pemimpin petani Rajkumar Tomar mengatakan bahwa jika tidak ada solusi dalam tujuh hari, mereka akan melakukan agitasi lagi. Dalam nota yang diberikan kepada bupati, telah ada tuntutan untuk menurunkan harga bensin dan solar, menghentikan pemasaran gelap DAP, menyelesaikan masalah hewan liar dan mendapatkan ganti rugi atas tanaman yang rusak karena hujan.

Posted By : keluaran hk hari ini