Sidang Kasus Ranjana Agnihotri Pada 2 Desember
Mathura

Sidang Kasus Ranjana Agnihotri Pada 2 Desember

mendengar berita

Mathura. Dalam kasus Shri Krishna Virajman, pada hari Rabu juga di pengadilan Hakim Distrik, pihak Muslim menghitung kekurangan dari klaim tersebut. Para pendukung pihak Shahi Idgah berdebat di pengadilan. Pengadilan telah menetapkan 2 Desember sebagai tanggal penyelesaian argumen. Di sisi lain, sejauh ini Hakim Distrik telah meminta daftar semua klaim yang diajukan dalam hal ini.
Proses peradilan terkait penerimaan klaim tanah seluas 13,37 hektar milik Shri Krishna Janmasthan, yang diajukan oleh advokat Mahkamah Agung Ranjana Agnihotri, berlanjut pada hari Rabu. Selain Advokat Tanveer Ahmed, Sekretaris Komite Shahi Idgah, Advokat GP Nigam, Neeraj Sharma, Abrar Hussain dan Saurabh Srivastava menentang klaim atas nama pihak Muslim di hadapan Hakim Distrik Vivek Sangal.
Sementara advokat advokat Mahkamah Agung advokat Ranjana Agnihotri, advokat Mahkamah Agung Vishnu Shankar Jain juga hadir di hadapan pengadilan. Pengadilan telah menetapkan tanggal 2 Desember untuk argumen dari pihak Muslim. Pengacara Wisnu Shankar Jain mengatakan bahwa sekarang masalah itu akan disidangkan di pengadilan hakim distrik pada 2 Desember. Hakim Distrik sejauh ini meminta daftar semua klaim yang diajukan di pengadilan terkait kasus Shri Krishna Janmasthan. Advokat Tanveer Ahmed, sekretaris Shahi Idgah, mengatakan bahwa dia telah menunjukkan kekurangan dari kasus ini di pengadilan. Mengatakan tidak ada manfaat dalam klaim tersebut.
ini kasusnya
Di pengadilan distrik, pihak Ranjana Agnihotri telah mengklaim bahwa Aurangzeb telah membangun kerajaan Idgah dengan menghancurkan kuil asli di atas tanah seluas 13,37 hektar milik Shri Krishna Janmasthan Trust. Sedangkan pihak Shahi Idgah mengatakan bahwa tanah ini milik Idgah itu sendiri.

Mathura. Dalam kasus Shri Krishna Virajman, pada hari Rabu juga di pengadilan Hakim Distrik, pihak Muslim menghitung kekurangan dari klaim tersebut. Para pendukung pihak Shahi Idgah berdebat di pengadilan. Pengadilan telah menetapkan 2 Desember sebagai tanggal penyelesaian argumen. Di sisi lain, sejauh ini Hakim Distrik telah meminta daftar semua klaim yang diajukan dalam hal ini.

Proses peradilan terkait penerimaan klaim tanah seluas 13,37 hektar milik Shri Krishna Janmasthan, yang diajukan oleh advokat Mahkamah Agung Ranjana Agnihotri, berlanjut pada hari Rabu. Selain Advokat Tanveer Ahmed, Sekretaris Komite Shahi Idgah, Advokat GP Nigam, Neeraj Sharma, Abrar Hussain dan Saurabh Srivastava menentang klaim atas nama pihak Muslim di hadapan Hakim Distrik Vivek Sangal.

Sementara advokat advokat Mahkamah Agung advokat Ranjana Agnihotri, advokat Mahkamah Agung Vishnu Shankar Jain juga hadir di hadapan pengadilan. Pengadilan telah menetapkan tanggal 2 Desember untuk argumen dari pihak Muslim. Pengacara Wisnu Shankar Jain mengatakan bahwa sekarang masalah itu akan disidangkan di pengadilan hakim distrik pada 2 Desember. Hakim Distrik sejauh ini meminta daftar semua klaim yang diajukan di pengadilan terkait kasus Shri Krishna Janmasthan. Advokat Tanveer Ahmed, sekretaris Shahi Idgah, mengatakan bahwa dia telah menunjukkan kekurangan dari kasus ini di pengadilan. Mengatakan tidak ada manfaat dalam klaim tersebut.

ini kasusnya

Di pengadilan distrik, pihak Ranjana Agnihotri telah mengklaim bahwa Aurangzeb telah membangun kerajaan Idgah dengan menghancurkan kuil asli di atas tanah seluas 13,37 hektar milik Shri Krishna Janmasthan Trust. Sedangkan pihak Shahi Idgah mengatakan bahwa tanah ini milik Idgah itu sendiri.

Posted By : keluaran hk hari ini